“Injil untuk Semua Bangsa” Melalui Teknologi Informasi

1 Juni 2025

“Gospel to All Nations” Through Information Technology

Pada tanggal 1 Juni, Injil dan Teknologi Informasi mengadakan sebuah kebaktian di markas besar GNIT di Dover dengan hampir 40 anggota GNIT yang hadir. Pendeta David Chang menyampaikan khotbah ulang tahun, dengan fokus pada Mazmur 78:1-8 sebagai ayat sentral.

Dalam pesannya, Pendeta Chang menekankan peran GNIT dalam mendukung Amanat Agung melalui penggunaan teknologi informasi. Ia menjelaskan bahwa huruf “G” dalam GNIT tidak hanya melambangkan “Injil” tetapi juga “Global,” menyoroti keterkaitan GNIT dengan misi memberitakan Injil kepada semua bangsa.

Dengan merujuk pada Mazmur 78, Pendeta Chang berbicara tentang pentingnya meneruskan karya dan firman Tuhan kepada generasi berikutnya. Ia mengatakan bahwa tanggung jawab GNIT mencakup melestarikan ajaran, kesaksian, dan sejarah gereja agar generasi mendatang akan mengingat dan mengikuti perintah Tuhan.

Ia membagikan pengalaman dari Australia, di mana seseorang mempertanyakan keterkaitan antara TI dan iman. Momen ini membuatnya berpikir lebih dalam tentang bagaimana alat digital digunakan di gereja untuk mendukung pekerjaan pelayanan. Ia mencatat bahwa TI mendukung setiap area pelayanan, termasuk situs web, penyimpanan data, dan perlindungan sumber daya digital.

Pendeta Chang menarik perbandingan antara para pelayan TI saat ini dengan Essenes, sebuah kelompok sejarah yang diyakini telah melestarikan Gulungan Laut Mati. Ia mencantumkan enam poin kesamaan antara keduanya:

Pelestarian Firman – GNIT menyimpan khotbah, pesan, dan catatan gereja untuk menjaga akurasi sejarah gereja.

Integritas dan keamanan – Sama seperti para penulis kuno menyalin teks dengan hati-hati, para pelayan TI menggunakan enkripsi dan cadangan untuk menghindari kehilangan atau kerusakan data.

Pengarsipan untuk generasi mendatang – Data disimpan dengan cara yang memungkinkan para penganut iman di masa depan mengakses materi, bahkan setelah generasi sekarang tiada.

Kerja di balik layar – Banyak tugas TI dilakukan dengan tenang, tanpa pengakuan publik, tetapi tetap penting bagi operasional gereja.

Penggunaan alat-alat terkini – GNIT menggunakan teknologi terbaik yang tersedia saat itu, seperti server, penyimpanan cloud, dan platform digital.

Organisasi yang fokus pada misi – Para pelayan TI mengorganisir sumber daya untuk mendukung pekerjaan misi dan pertumbuhan gereja secara global.

Pendeta Chang mengatakan bahwa sementara properti dan aset fisik diteruskan ke generasi berikutnya, juga perlu untuk meneruskan konten spiritual – “perangkat lunak” – yang mencakup ajaran, kesaksian, dan Firman Tuhan. Tanpa ini, generasi mendatang mungkin kehilangan keterkaitan dengan misi dan identitas gereja.

Ia menjelaskan bahwa Mazmur 78:1-8 menunjukkan tanggung jawab satu generasi untuk mengajar generasi berikutnya. Pasal ini menekankan pentingnya mengingat karya Tuhan dan menjaga perintah-Nya, serta memperingatkan risiko melupakan kebenaran ini jika tidak dilestarikan dan dibagikan dengan baik.

Khotbah ditutup dengan doa untuk semua anggota GNIT, mengakui pelayanan mereka dan memohon kekuatan untuk melanjutkan pekerjaan itu. Pendeta Chang mendorong mereka untuk memikul tanggung jawab melestarikan dan meneruskan Firman dan karya Tuhan, agar generasi berikutnya dapat tetap setia.

Acara · originally published on gnit.org.